Rabu, 28 Juni 2023

Perintah Kaisar Naga ( Dave ) BAB 2



"Apakah keluarga Cenda benar-benar seperti itu?" Dave mengernyitkan keningnya, dia tidak menyangka Sana akan melakukan hal seperti itu. Pada saat dia di tangkap, Sana masih menangis dan berteriak histeris dan mengatakan kalau dia akan menunggunya bebas, lalu ,menikah.


Kenapa jadi seperti ini? Dave bertekad menemui Sarah dan meminta penjelasan. Tapi pada saat itu, pintu rumah mereka di gedor dengan kuat, sangat kuat, sampai pintu itu pun sudah hampir hancur. Mendengar suara pintu di gedor dengan kuat, wajah Celine memucat, dia kelihatan sangat takut. "Ibu, siapa itu?" Dave kebingungan melihat ekspresi wajah ibunya.


Pintu baru saja terbuka, sesosok pria botak membawa 4-5 orang anggotanya yang terlihat sangar melangkah masuk. "Mana uangnya?" Bobby melihat Celine dan langsung bertanya. "Pak Bobby, sudah saya siapkan...sudah saya siapkan..." Celine terus mengangguk, dan meraba-raba kantongan yang ada di sudut.


Saat ini banyak tetangga yang sedang berkumpul dan menyaksikan, melihat Bobby dan bawahannya mereka tidak berani dekat-dekat. "Beberapa bajingan ini terus datang setiap bulannya untuk menagih, benar-benar memaksa orang untuk mati!" "Iya, sama sekali tidak berperikemanusiaan!" "Hei, kecilkan suara kalian, mereka itu orang-orang yang di suruh keluarga Kintan untuk menagih ganti rugi."


"Sialan, apa-apaan ini?" Bobby mengernyitkan keningnya, lalu membalikkan kantongan itu, di dalamnya ada beberapa lembar uang kertas yang kusut dan tua, ada lembaran seratus ribu, lima puluh ribu dan beberapa lembar pecahan uang kecil lainnya, dan uang logam juga ada.


"Apa sampah-sampah ini bernilai sepuluh juta?" Bobby bertanya dan berteriak pada Celine.. "Pak Bobby, jumlahnya pas sepuluh juta, kami sudah menghitungnya, kalau pak Bobby tidak percaya boleh dihitung." Celine berkata dengan tersenyum, dia bahkan mengangguk dan membungkukkan badannya.


"Omong kosong!" Bobby mengangkat kakinya dan menendang perut Celine, membuatnya langsung terjatuh ke tanah. "Menyuruhku menghitung?, saya tidak punya waktu, segera ganti semua ini menjadi pecahan seratus ribu!"


"Ibu!" Dave langsung terbang keluar dari dalam rumah, bergegas memapah Celine. Dia melirik Bobby dan bawahannya dengan dingin. Bobby dan beberapa bawahannya angsung tercengang, tatapan dingin Dave membuat mereka bergidik. "Ibu, saya sudah ada di sini, masalah ini biar saya saja yang urus, ibu duduk saja" Dave memapah Celine ke kursi dan mendudukkannya, lalu membalikkan badannya dan menatap Bobby dengan dingin.


Bobby menatap Dave dan menilainya, lalu tertawa dan berkata. "Loh, bukannya itu bocah yang memukul T uan Muda Navaro dengan batu bata tiga tahun yang lalu dan berakhir dengan masuk penjara? tidak di sangka sudah bebas ya" Tepat sekali hari ini kamu bebas, sebagai mantan pacar kamu tidak menghadiri pernikahan pacarmu dan T uan muda Navaro hari ini?" "Pria idiot ini di selingkuhi..." "Hahaha..."


"Apa katamu?" Dave mengernyitkan keningnya, matanya penuh dengan ketidakpercayaan. "saya bilang, wanita yang kamu lindungi sampai masuk penjara itu hari ini akan menikah dengan T uan Muda Navaro, pernikahannya akan di langsungkan di hotel Swasde, sangat mewah. A pa kamu tidak mau pergi melihatnya?" Bobby menatap Dave dengan sambil tersenyum mengejek.


Bagaimanapun putranya Dave masuk penjara karena melindungi Sana, tak di sangka wanita itu malah berpaling dan menikahi musuh. "Berlutut, dan minta maaf pada ibuku, dengan begitu saya akan membiarkan kalian hidup!" Kilau dingin melintas di mata Dave, tubuhnya di penuhi dengan aura pembunuh.


Suhu di sekitar mereka seolah turun beberapa derajat, membuat tawa di wajah Bobby dan yang lainnya sirna. Setelah sesaat, Bobby akhirnya tersadar dan dia langsung berkata dengan murka. "Apa katamu? Kamu mau aku berlutut dan meminta maaf?" Sambil berkata, Bobby melayangkan sebuah tinju ke arah Dave. Dengan tubuh kurus kerempengnya Dave, tinju itu akan membuatnya terkapar di tanah. Bam!...


Tapi siapa yang menyangka, saat Bobby baru saja mau melangkah tinjunya, tendangan Dave sudah menghampirinya. Bobby terkapar di tanah, sambil memegangi selangkangannya dan berteriak kesakitan , dia langsung berkeringat dingin dan tidak berhenti berteriak. "Dave, kamu jangan berkelahi lagi..." Mendengar raungan Bobby, Celine segera membujuk Dave untuk tenang.


Dave baru saja di bebaskan dari penjara karena kasus penyerangan, bagaimana kalau Bobby berteriak marah, dia menatap Dave dengan penuh kemarahan dan kekejaman.Beberapa bawahan Bobby langsung menyerang kearah Dave. Dave menoleh ke arah ibunya, lalu mengepalkan tangannya dan melemparkan serangannya yang secepat kilat, ketika para bawahan itu merasa kalau kaki mereka sudah mati rasa, mereka semua bersujud di tanah.


Dan saat itu, Bobby melihatnya langsung tercengang, dia menatap Dave dengan tatapan tidak percaya, aura dingin menyelimuti hatinya. Bahkan para tetangga yang sedang menyaksikan kejadian itu juga ikut membelalak tidak percaya. "Minta maaf kepada ibuku!" Suara dingin Dave kembali terdengar.


Bobby ragu-ragu sesaat, tetapi saat dia melihat tatapan mata Dave yang dingin, mau tidak mau dia berlutut. "Maaf..." Dia tidak ingin membunuh orang di depan tetangganya dan ibunya sendiri. Dengan kemampuannya, membunuh preman kecil seperti mereka hanya semudah menjentikkan jari. Bobby yang di papah oleh bawahan nya menatap Dave dengan kebencian, dia tertatih-tatih dan merasa sangat tidak puas, tapi Dave tidak akan takut dengan pembalasan dendam Bobby.


Selanjutnya


Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Comments


EmoticonEmoticon